LATAR BELAKANG

Pemerintah sedang gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan infrastruktur. Target pembangunan infrastruktur Indonesia yang diharapkan tahun 2015-2019 tertuang di dalam Nawacita Presiden RI, diantaranya adalah pembangunan 2.650 km Jalan baru, 1.000 km Jalan tol, 30 km Jembatan baru, 65 waduk, 1 juta hektar jaringan irigasi baru, 65 dermaga, 15 bandara baru, serta penyediaan hunian layak dan terjangkau untuk 2,2 juta rumah.

Dengan besarnya target dan tingginya ekspektasi public atas layanan infrastruktur yang handal tentu harus direspon dengan smart, apa strategi yang harus diambil agar proyek yang direncanakan dan di desain seoptimal mungkin (value engineering), dan bagaimana produk infrastruktur dapat di-delivery tepat waktu, efisien, dengan kualitas terbaik, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Masyarakat. Selain itu, dengan hadirnya proyek-proyek baru sudah tentu memerlukan asset/facility management yang reliable.

Hadirnya teknologi informasi dan komunikasi, terlebih yang belakangan dikembangkan dalam format digital tengah menjadi trend di dunia industry Konstruksi dan memberikan dampak peningkatan efisiensi serta Produktivitas. Building Information Modelling (BIM), menjadi trend teknologi konstruksi digital terkini yang sudah diimplementasikan di Beberapa Negara dunia, antara lain, Jerman, Amerika Serikat, Austria, Cina, Belanda, Inggris, Singapura, dan masih banyak lagi.

BIM merupakan suatu metodologi digital yang memanfaatkan data kedalam sebuah model. Dengan memanfaatkan data digital sebagaimana kondisi fisik sebenarnya, proyek dapat mengidentifikasi resiko dengan optimal. BIM dan Manajemen data yang terlibat didalamnya mungkin evolusi terhadap desain, pembangunan (construct), pengoperasian proyek menjadi lebih handal, lebih cepat dan lebih efisien. Adapun keuntungan implementasi BIM yaitu untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi melalui koordinasi antar stakeholder konstruksi, proses desain dan konstruksi menjadi lebih ramping (lean) dan transparan; akurasi dalam perhitungan; menghindari kesalahan-kesalahan selama Perencanaan hingga pelaksanaan; dan waktu pelaksanaan lebih cepat.

Pada tanggal 4 Oktober 2017, telah diselenggarakan event International Conference of “Digital Construction Day”. Pada acara tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR mewakili Menteri PUPR, memaparkan roadmap implementasi BIM di Kementerian PUPR. Adapun roadmap yang dipaparkan terdiri dari beberapa tahapan utama, yaitu Adopsi, Digitalisasi, Kolaborasi dan terakhir Integrasi yang diharapkan akan tercapai dalam waktu maksimal 5 (lima) tahun.

Sebagai tindak lanjut dari acara tersebut, dibentuk Tim BIM PUPR melalui SK Kabalitbang yang bertugas “mengawal” implementasi BIM di lingkungan Kementerian PUPR.

FILOSOFI LOGO

Warna Biru-Kuning merupakan warna kebesaran dari Kementerian PUPR sebagai lokomotif implementasi BIM di Indonesia.

Bentuk persegi melambangkan empat garis sebagai simbol pilar infrastruktur Kementerian PUPR, yakni: Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, dan Perumahan.

Bentuk persegi yang berjumlah tiga dan saling bergandengan melambangkan tiga unsur yang memiliki peran sangat penting dalam perkembangan BIM di Indonesia, yakni: pemerintah, swasta, serta akademisi.

Tim BIM PUPR telah menyiapkan berbagai hal untuk diterapkannya BIM di lingkungan Kementerian PUPR. Beberapa aktivitas yang telah dilakukan antara lain : (1) pembekalan teknis BIM pada fase design & engineering, dan construction agar Tim mampu menganalisa output data dan informasi BIM; (2) penyiapan BIM Model “Penerapan Teknologi Hasil Litbang di KSPN Morotai” sebagai sarana exercise BIM; (3) penjajakan kolaborasi dengan UII dan ITB sebagai Center of Excellence (CoE) BIM sehingga seluruh UNOR dapat memanfaatkan CoE ini untuk diklat dan sertifikasi, baik untuk ASN PUPR, maupun penyedia jasa (tenaga ahli konsultan dan kontraktor); serta (4) penjajakan kolaborasi dengan BIM Authoring Software (Tekla dari Finlandia dan Graphisoft dari Hungaria) yang akan memberikan lisensi software gratis untuk Kementerian PUPR.

Kedepan, diperlukan dukungan kelembagaan yang lebih besar agar penerapan BIM dapat bergulir lebih besar dan cepat. Komite BIM yang diusulkan beranggotakan segenap Pejabat Tinggi Madya dan Pratama terkait, didukung para Pakar/Praktisi, serta Akademisi sehingga diharapkan menjadi format kelembagaan ad-hoc yang dapat men-drive regulasi, standar/protokol dan guideline BIM, hingga diberlakukannya BIM secara luas pada skala project.

Komite BIM PUPR

VISI

Mewujudkan industri konstruksi nasional yang kompetitif berbasis teknologi digital untuk infrastruktur handal, produktif, dan berkelanjutan.

MISI

Mengimplementasikan BIM secara menyeluruh dan konsisten pada setiap tahapan pembangunan infrastruktur PUPR

NILAI

Kompetensi, membangun sumberdaya manusia yang kompeten pada seluruh elemen industri konstruksi nasional untuk efektivitas penerapan BIM
Kolaborasi, memacu kolaborasi antarpelaku industri konstruksi nasional dalam menerapkan BIM secara menyeluruh untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas
Komitmen, mendorong komitmen seluruh pelaku industri konstruksi nasional untuk menerapkan BIM secara konsisten dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur PUPR
Kompetitif, mengakselerasi pencapaian industri konstruksi nasional yang kompetitif