Balitbang PUPR Pelopori Pemanfaatan BIM untuk Infrastruktur PUPR, Puslitbang KPT Mediasi Pelatihan bersama PT PP02 April 2018 | Dibaca 208 kali

Pembangunan infrastruktur menjadi buah bibir sejak Bapak Joko Widodo menjadi presiden di negeri ini. Percepatan sektor pembangunan memang menjadi fokus utama dari pemerintahan Bapak Jokowi. Pembangunan yang cepat tentu menjadi harapan dari semua orang, namun yang paling penting tentunya adalah faktor keselamatan dari setiap pihak yang mendapatkan manfaat dari pembangunan itu sendiri, mulai dari masyarakat maupun para pekerja yang membangun. Kegagalan konstruksi merupakan hal yang harus dihindari, walau sedang mengejar percepatan pembangunan.

Salah satu cara yang bisa digunakan adalah menggunakan aplikasi yang mampu mendukung kinerja pihak pembangun konstruksi, mulai dari perencanaan hingga mockup bangunan yang menggambarkan hasil jadi sebuah infrastruktur. Building Information Modeling (BIM) merupakan salah satu aplikasi yang ada di dunia konstruksi. Di negara tetangga seperti Singapura dan Filipina, penggunaan BIM bahkan sudah sangat dianjurkan untuk digunakan pada fase awal sebelum konstruksi. BIM menawarkan sebuah proses penghasil dan pengolahan data bangunan dalam sebuah siklus project. Dengan menggunakan peta satelit dan data real-time, BIM akan meningkatkan produktivitas dalam membangun desain dan konstruksi. Proses ini akan memberikan informasi mengenai bangunan geometri, hubungan spatial, informasi geografis, dan jumlah dan sifat dari komponen bangunan.

Dalam mendukung penggunaan BIM dalam pembangunan infrastruktur PUPR, Balitbang Kementerian PUPR melalui Puslitbang KPT mengundang para pihak yang telah kompeten dalam mengaplikasikan BIM, untuk berbagi skill dan pengalaman kepada para Peneliti Balitbang PUPR maupun dari Direktorat Jenderal teknis yang ada di Kementerian PUPR. Perwakilan dari PT PP diberikan kesempatan untuk berbagi informasinya pada Selasa (13/2) di Ruang Rapat Puslitbang KPT, Jakarta. Training ini sendiri akan dilaksanakan selama dua hari.

Pada pembukaannya, Kepala Puslitbang KPT, Rezeki Peranginangin menekankan pada bagaimana acara ini diharapkan mampu memelopori pemanfaatan BIM di Kementerian PUPR.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah hadir. Kita berada di sini untuk bisa mengawali serta mengawal pemanfaatan BIM di kementerian kita ini. Selain itu, saya harapkan training yang pertama ini juga menjadi langkah yang mantap menuju training ke-2 dan ke-3 yang nantinya akan mengundang pihak dari luar,” ujar Rezeki.

Kepala Bidang Kajian Kebijakan dan Kerja Sama, FX Hermawan juga menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat terutama kepada teman-teman Direktorat Jenderal teknis yang berhubungan langsung dan terjun di lapangan dalam membangun infrastruktur.
Dalam training yang pertama tersebut, hal yang ingin ditekankan adalah bersifat basic yang artinya belum terlalu masuk kepada teknis pemanfaatan BIM. Para peserta pelatihan diharapkan mampu memahami dan menganalisa output data dan informasi dari BIM. Pada training itu sendiri, terbagi dalam 3 sesi. Sesi pertama, trainer dari PT PP menjelaskan bagaimana secara umum membuat perencanaan pembangunan jalan. Selanjutnya, trainer juga memaparkan membuat skema pembangunan gedung maupun rumah dengan menggunakan aplikasi. Serta yang terakhir adalah menjelaskan pembangunan jembatan yang efektif dan efisien melalui perhitungan-perhitungan yang disediakan oleh BIM.

Acara ditutup oleh Kepala Sub Bidang Penyiapan Kajian Kebijakan, Adji Krisbandono. Pada kesempatan tersebut, Adji mewakili Kepala Puslitbang KPT kembali menghaturkan kepada para peserta, dan berharap para training berikutnya mampu mengundang lebih banyak peserta, terutama dari Ditjen teknis Kementerian PUPR. (gal)

Sumber: Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi