Workshop Pengenalan ISO 19650-1 : 2018 bersama tim GIP dan BSI11 Juni 2020 | Dibaca 118 kali

Dalam rangka membangun kapasitas SDM terkait Building information modeling (BIM) dan sharing knowledge peningkatan implementasi BIM pada proyek infrastruktur PUPR, Selasa, 9 Juni 2020, Direktorat Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi bersama tim Global Infrastructure Programme (GIP) dan British Standard Institution (BSI) mengadakan workshop online pengenalan ISO 19650 – 1 :2018 tentang Penerapan BIM. Workshop ini dihadiri sekitar 55 peserta, termasuk beberapa Kepala pusat/badan dan direktur terkait serta anggota tim BIM PUPR. 

Tujuan dari kegiatan workshop ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan Informasi mengenai manfaat, kemampuan dan proses dalam implementasi BIM sesuai dengan ISO 19650. Selain itu, workshop ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai istilah umum dan prinsip BIM sesuai dengan ISO tersebut agar dapat diimplemenrtasikan sesuai dengan kebutuhan unit organisasi di Kementerian PUPR. Worksho ini juga bertujuan mendiskusikan tujuan, peluang dan tantangan Penerapan BIM jika dilakukan sesuai dengan ISO 19650 ini di proyek-proyek infrastruktur PUPR.

Aktivitas yang dilakukan dalam workshop ini antara lain; mengidentifikasi kasus bisnis strategis yang tepat untuk implementasi BIM pada organisasi serta menganalisa perbaikan yang dapat diperoleh melalui implementasi BIM, mengidentifikasi peran BIM pada organisasi termasuk peluang, halangan, serta tantangan dalam pengimplementasiannya, mendiskusikan peran klien dan customer, serta menganalisa apa yang diinginkan dan yang dibutuhkan  klien dalam konteks Informasi, mengembangkan pemahaman dan mendiskusikan terkait Common Data Environment (CDE) , mendiskusikan peran supplier, serta menganalisa informasi yang dibutuhkan dalam konteks Informasi serta pemetaan strategi implementasi BIM berdasarkan proses strategis, Manajemen, dan teknikal yang sudah dibahas pada workshop ini.

Workshop ini meng-highlight manfaat penerapan BIM dan rekomendasi untuk mendorong implementasi BIM. Beberapa manfaat penerapan BIM antara lain adalah; Pengelolaan dan dokumentasi Informasi yang lebih baik, menghindari terjadi kesalahan pada masa Perencanaan dan konstruksi, meningktakan kolaborasi stakeholder, optimasi Manajemen asset, mengurangi reworks dan limbah konstruksi serat transparansi disetiap tahapan siklus hidup proyek. Untuk rekomendasi, kolaborasi BUMN dan akademisi dalam mendorong kajian dan Penerapan BIM perlu diperhatikan, finalisasi dokumen standar protokol BIM PUPR,  serta pentingnya penguatan kapasitas seluruh pemangku kepentingan (owner dan penyedia jasa) serta peningkatan kapasitas internal Kementerian PUPR dalam konteks pemahaman BIM ini sendiri. (vq)