Kunjungan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia ke Kampus PUPR14 November 2019 | Dibaca 73 kali

Infrastruktur merupakan salah satu faktor penting dalam denyut nadi kehidupan berbangsa. Kemajuan pembangunan sebuah bangsa merupakan tolok ukur sahih kemajuan bangsa itu sendiri. Melalui infrastruktur yang mumpuni, ekonomi bangsa pun akan terpacu untuk memunculkan geliatnya. Mahasiswa sebagai agen perubahan tentu memiliki andil besar untuk berperan dalam pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia. Sebagai penggerak intelektual masyarakat, mahasiswa dianggap lebih peka dengan perubahan-perubahan yang kian masif hadir dalam kehidupan kita.

Kamis (14/11) lalu, Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia berkesempatan menyambangi kantor pusat Kementerian PUPR di Jakarta. Salah satu agenda yang dicanangkan dalam kunjungan ke “Kampus PUPR” tersebut adalah memberikan pemahaman kepada mahasiswa teknik sipil bahwa kini infrastruktur telah memasuki era digitalisasi yang menuntut kecepatan, keakuratan, serta kreativitas dalam setiap pekerjaan infrastruktur kita.

Berkaitan dengan hal tersebut, Tim BIM PUPR turut berperan serta dalam hal memberikan pemahaman kepada rekan-rekan mahasiswa. Diwakili oleh Galih Primanda dan Vicky Agustina dari Puslitbang KPT, Tim BIM PUPR menyampaikan perubahan paradigma terkait infrastruktur yang kini ada serta peran Kementerian PUPR dalam mendukung hal tersebut.

“Saat ini, secara umum dunia ini memang tengah dihadapkan dengan era digital atau bisa juga dikatakan revolusi industry 4.0. Era ini juga ditandai dengan munculnya banyak inovasi, terutama yang masuk ke dalam kategori disruptive innovation atau inovasi yang mengubah kebiasaan lama kita. Disrupsi tersebut hadir disertai dengan keunikan yang signifikan. Merujuk pada satu ungkapan dari Pandji Pragiwaksono, sedikit lebih beda itu lebih baik daripada sekadar sedikit lebih baik. Secara khusus, kehadiran BIM bisa dianggap sebagai salah satu representasi disruptive innovation di bidang infrastruktur,” ujar Galih.

Selanjutnya, Vicky Agustina menyampaikan pengenalan BIM kepada para mahasiswa yang hadir. Mahasiswa tampak sangat antusias ketika Vicky menyajikan beberapa kesalahan lucu pada pembangunan konstruksi yang terjadi pada beberapa pembangunan.

“Contoh kesalahan yang bisa terjadi antara lain disebabkan oleh lemahnya koordinasi antar stakeholder yang terlibat. Selain itu, isu yang kerap muncul juga adalah permasalahan komunikasi, manajemen informasi, kolaborasi, serta perubahan yang tidak efektif. Kehadiran BIM dapat juga menjawab tantangan infrastruktur terkait reworks, over budget, wasted materials, late on schedule, dan lain sebagainya,” papar Vicky.

Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI) adalah organisasi kemahasiswaan teknik sipil atau organisasi kemahasiswaan pada program studi teknik sipil yang diakui oleh masing-masing perguruan tinggi. FKMTSI dideklarasikan pada tanggal 24 Desember 1987 di Bandung dan disahkan pada tanggal 1 Maret 1989 di Jakarta. (gal)