BIM Innovation Conference 2019: Era Konstruksi Digital Semakin Dekat25 April 2019 | Dibaca 307 kali

Inovasi di dunia digital merupakan sebuah arus besar yang kini menerpa kehidupan kita. Untuk dapat membendung hal tersebut, dibutuhkan kemampuan SDM yang bukan hanya menguasai sebuah skill terkait pemanfaatan teknologi, namun juga keinginan untuk beranjak dari zona nyaman pada metode konvensional menuju digitalisasi.

“Kini, hal-hal konvensional kerap menimbulkan perdebatan yang menguras tenaga kita. Sebagai contoh, Pemilihan Umum yang baru saja kita laksanakan beberapa waktu yang lalu. Perdebatan mengenai perhitungan suara tentu bisa kita hilangkan apabila suatu saat nanti kita mengadopsi E-Pemilu. Dengan metode ini, pemilih hanya tinggal memilih melalui gadget yang ada di dalam bilik. Dan tidak ada lagi yang namanya Quick Count karena hasil yang muncul sudah terdata secara digital dan bisa dihitung langsung sebagai Real Count.”

Analogi di atas diungkapkan oleh Iwan Suprijanto, Kepala Pusat Pengembangan Sarpras Pendidikan, Olahraga, dan Pasar, Ditjen Cipta Karya saat menyampaikan pembukaan acara BIM Innovation Conference pada Kamis (25/4) kemarin. Menurutnya, dunia digital mau tak mau sudah masuk ke dalam relung kehidupan kita, dan tugas kita lah untuk dapat beradaptasi dengan hal tersebut. Pada kesempatan itu, Iwan juga memberikan beberapa kebijakan terkait penerapan BIM oleh Kementerian PUPR.

“Melalui Permen PUPR No 22 Tahun 2018, kami baru menyediakan payung untuk penerapan BIM pada bangunan negara dengan luasan 2000 m2 dan di atas 2 lantai. Nantinya, kami harapkan seluruh infrastruktur PUPR bisa memanfaatkan BIM karena manfaatnya sangat dirasakan oleh kita sebagai owner sebuah proyek.”

“Mimpi kita juga adalah mengintegrasikan BIM pada proses pengajuan perizinan pembangunan gedung atau IMB. Melalui program Online Single Submission yang tengah kami kembangkan di dinas-dinas terkait Pelayanan Terpadu Satu Pintu seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, BIM akan memudahkan proses pengajuan IMB. Jadi pihak yang ingin membangun cukup menyerahkan saja BIM Model bangunan yang akan dibangun, tidak perlu memberikan berkas yang berlembar-lembar. Selain IMB, nantinya BIM Model tersebut juga akan dijadikan acuan bagi pemerintah untuk mengeluarkan Sertifikasi Laik Fungsi (SLF) dari setiap bangunan.”

Iwan juga memaparkan bahwa kini Kementerian PUPR memiliki beberapa proyek yang sudah menggunakan BIM pada pelaksanaannya. Salah satunya adalah renovasi stadion kebanggaan kita semua yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, yang dikerjakan jelang Asian Games 2018 kemarin.

“Renovasi Gelora Bung Karno, Stadion Manahan Solo, pembangungan Pasar Atas Bukittinggi, serta dua arena Istora dan Aquatic untuk persiapan PON Papua 2020 telah menggunakan BIM. Bahkan untuk proyek Manahan Solo, kami juga telah mengintegrasikan sistem digital kepada setiap manpower yang ada dalam bentuk kartu akses yang terintegrasi dengan keahlian masing-masing pekerja,” ujar Iwan.

Terakhir, Iwan juga berpesan kepada Tim BIM PUPR untuk bisa terus menjaga momentum agar implementasi BIM dapat segera diterapkan di seluruh infrastruktur negeri ini. Iwan menyebutkan akronim BMW yang berarti biaya, mutu, dan waktu sebagai indicator yang harus dievaluasi oleh Tim BIM PUPR secara berkala.

BIM Innovation Conference merupakan event yang diusung oleh Trimble Solutions sebagai salah satu pioneer pengembangan BIM di Indonesia. Selain pembukaan yang menyajikan paparan dari berbagai stakeholder, acara ini juga memiliki break session yang menyajikan seminar mengenai BIM pada setiap bidang ilmu, seperti misalnya bidang arsitektur sebagai BIM Authoring Software, Trimble Solutions sudah melakukan beberapa kerja sama dengan Kementerian PUPR, salah satunya dengan memberikan lisensi gratis untuk keperluan pelatihan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. (gal)