Peningkatan Kompetensi ASN PUPR dalam Training Perencanaan Konstruksi dengan Teknologi BIM21 Februari 2019 | Dibaca 220 kali

Building Information Modeling (BIM) merupakan representasi dari disrupsi teknologi di dalam dunia infrastruktur. Perencanaan yang konvensional kini telah siap untuk digantikan dengan perencanaan berbasis teknologi informasi. Dengan informasi yang detail dan menyeluruh, para insinyur bisa mendapatkan kemudahan dalam fase perencanaan facility management. Sesungguhnya, tak hanya perencanaan, BIM juga bisa memberikan manfaat hingga fase Prinsip efektif dan efisien akan bisa tergapai apabila BIM bisa diterapkan pada pembangunan infrastruktur.

Terkait dengan perkembangan BIM yang semakin masif belakangan ini, dibutuhkan peningkatan SDM yang dimiliki oleh Kementerian PUPR. Untuk itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melalui Pusdiklat Sumber Daya Air dan Konstruksi melaksanakan kegiatan “Uji Coba Pelatihan Perencanaan Konstruksi dengan Teknologi BIM” di Surabaya sejak 21-28 Februari 2019. Uji coba diklat ini diharapkan dapat menghimpun masukan-masukan terkait kurikulum maupun jalannya diklat sebelum nantinya diserahkan kepada diklat reguler yang dimiliki oleh BPSDM.

Uji coba pelatihan dibuka oleh Kepala Pusdiklat SDA dan Konstruksi Yudha Mediawan. Pada pembukaannya Yudha mengungkapkan bahwa BIM jelas penting untuk menjawab tantangan infrastruktur di era industri 4.0 ini.

“Meski BIM tergolong baru pada Kementerian PUPR, kami harapkan uji coba diklat ini bisa berlangsung dengan baik dan memunculkan banyak ide-ide perbaikan sebelum dijadikan diklat yang bersifat reguler. Untuk mendukung output yang baik, pada diklat ini kami mengundang praktisi dan expert yang telah terlibat di implementasi BIM seperti Balitbang, Institut BIM Indonesia maupun ITS Surabaya,” ujar Yudha.

Pada kesempatan tersebut, Tim BIM PUPR berkesempatan berkontribusi dengan mengirimkan perwakilannya untuk sharing informasi mengenai BIM. Adji Krisbandono dan Galih Primanda dari Balitbang PUPR membawakan materi mengenai proses bisnis serta kebijakan yang sedang dikejar oleh Tim BIM PUPR untuk menyegerakan implementasi BIM pada proyek PUPR.

“Apresiasi sangat besar kepada BPSDM atas terselenggaranya uji coba diklat ini. Kami menganggap ini sebagai salah satu milestone dalam perjalanan Tim BIM PUPR. Setelah ini, kami akan terus mengawal perihal kebijakan implementasi BIM ini. Harapan kami, dari peserta diklat ini bisa memiliki kemampuan untuk membaca dan analisis data mengenai BIM pada proyek yang kelak mereka pegang”, tandas Adji.

Hal yang juga penting untuk dibahas tentang apakah kelak pada struktur proyek PUPR akan ada ahli BIM atau skill set-nya saja yang melekat dalam orang-orang di satker. Mengenai hal ini, Adji mengatakan bahwa hal tersebut masih akan didiskusikan lebih lanjut. Hal ini sangat krusial karena berkaitan dengan jenjang karier seorang ASN. Opsi yang ada ialah menjadikan BIM sebagai kompetensi yang harus dimiliki oleh tim proyek, sedangkan opsi lain adalah memunculkan jabatan fungsional baru tentang BIM. Konsekuensinya jabatan fungsional tadi akan mendapat peningkatan kompetensi secara gradual, mulai dari ahli muda, pertama hingga utama.


Selain dari Balitbang PUPR, tim pengajar juga terdiri dari ITS dan Institut BIM Indonesia (iBIMi). Kharis Alfi, Ketua iBIMi juga akan memberikan paparan dan materi training terkait BIM, diantaranya adalah prinsip dasar BIM, Penerapan BIM Execution Plan, Pemodelan 3D-7D, workflow implementasi BIM, hingga pada studi kasus yang akan mengambil contoh pembangunan infrastruktur bidang PUPR. (gal)