BIM, Wajah Disrupsi Teknologi di Bidang Infrastruktur11 Februari 2019 | Dibaca 248 kali

Era technology disrupction merupakan suatu keniscayaan. Sangat pesatnya kemajuan teknologi dan internet memiliki dampak yang sangat besar terhadap banyak hal. Di satu sisi, teknologi informasi membuat banyak sekali peluang yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan organisasi. Di sisi yang lain, semakin gencarnya serangan inovasi tersebut juga bisa membuat organisasi tergerus apabila tidak dengan cepat beradaptasi dengan teknologi terkini.

Dalam mendiseminasikan teknologi infrastruktur yang telah dimiliki, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan PUPR 4.0 Expo di Jakarta. Event ini sendiri akan dilaksanakan selama lima minggu ke depan hingga pertengahan Maret 2019, serta melibatkan semua unit organisasi di lingkungan Kementerian PUPR. Nantinya, seluruh unit organisasi akan menyajikan produk dan inovasi layanan berbasis teknologi iinformasi, baik layanan yang bersifat internal maupun eksternal. Selain pameran teknologi, PUPR 4.0 Expo juga akan diisi dengan mini talkshow bergantian dari beberapa unit organisasi.

Acara dibuka oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sekaligus menyampaikan sambutannya dalam acara tersebut. Bagi Basuki, acara ini bukan pameran, beliau ingin acara ini dijadikan sebagai lahan diskusi antara internal Kementerian PUPR sebagai bentuk evaluasi atas teknologi yang dimiliki oleh PUPR. Bahkan Bapak Menteri sempat menantang para insan muda PUPR yang dapat memberikan masukan yang operasional kepada unit organisasi akan diganjar hadiah yang menggiurkan, yakni kesempatan untuk mengikuti course di luar negeri.

Selepas membuka acara, Menteri Basuki juga menyempatkan diri untuk mengunjungi booth informasi teknologi yang ada, termasuk yang dimiliki oleh Balitbang. Teknologi yang disajikan pada booth Balitbang salah satunya adalah Building Information Modeling yang memang sedang gencar dipublikasikan oleh Balitbang, khususnya oleh Puslitbang KPT.

Kepala Bidang Kajian Kebijakan dan Kerja Sama sekaligus Ketua Tim Sekretariat BIM PUPR FX Hermawan mendapatkan kesempatan untuk memberikan update mengenai BIM di Kementerian PUPR kepada Menteri Basuki. Hermawan mengungkapkan bahwa BIM diharapkan bisa memberikan kemudahan kepada para insinyur di Kementerian PUPR karena menawarkan sistem yang komplit. BIM merupakan merupakan representasi digital dari karakteristik fisik dan karakter fungsional dari suatu bangunan yang di dalamnya terkandung semua Informasi mengenai elemen-elemen sebuah bangunan. Informasi tersebut dijadikan basis pengambilan keputusan dalam kurun waktu siklus umur bangunan mulai dari konsep hingga demolisi.

Setelah Hermawan menjelaskan beberapa step yang tengah dilakukan oleh Tim BIM PUPR, selanjutnya Achmad Irsan dari Institut BIM Indonesia juga menyampaikan beberapa informasi terkait teknis kepada Bapak Menteri. Irsan, yang juga merupakan akademisi dari Universitas Islam Indonesia, mengungkapkan bahwa saat ini proyek Balitbang di Morotai, yakni penerapan teknologi litbang, telah dibuatkan BIM modelnya. Adapun teknologi tersebut mencakup tiga sektor PUPR, yakni teknologi jalan wisata, teknologi toilet wisata, serta teknologi breakwater penahan abrasi pantai.

PUPR 4.0 Expo diharapkan dapat dimanfaatkan bukan hanya sebagai pameran teknologi, namun lebih dari itu sebagai ajang penyaring masukan dari internal Kementerian PUPR untuk menghasilkan teknologi berbasis IT yang semakin bermanfaat lagi.

Khusus untuk BIM, acara ini semoga menjadi media yang sangat baik untuk semakin memperkenalkan BIM di seantero Kementerian PUPR. Saat ini, Tim BIM PUPR terus berupaya agar BIM segera diimplementasikan di pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, Tim BIM PUPR sudah bermitra dengan banyak pihak, mulai dari akademisi, praktisi, hingga juga penyedia jasa aplikasi BIM itu sendiri. (gal)